Sunday, February 14, 2016

Untuk seorang yang bergelar PEREMPUAN

 PUISI BUAT
‘SEORANG PEREMPUAN’

Perempuan
Siapakah kau ini?
Jika jadi anak,
Ia adalah bidadari kecil ayah bonda
Permata yang siang malam dijaga keduanya
Ia adalah kesenangan terindah…
Jika jadi pasangan,
Syurga untuk pasangannya di dunia...
Jika jadi orang tua,
Wahhhhh syurga itu telah berpindah di telapak kakinya
Ia bawa kemana-mana …

Nabi pun membilangnya sebagai tiang
Takkala kehidupan adalah bangunan
Ya, engkaulah tiang itu
Engkaulah perempuan…
Perempuan adalah tiang negara
Jika perempuan baik, baiklah negaranya
Jika perempuan rosak, hancurlah negaranya…
Engkaulah tiang dalam bangunan rumahtanggamu
Engkaulah sandaran bagi dinding, pintu, atap dan jendela.....

Nabi selalu memilih istilah kata
Kerana dirumahmu, semua urusan kepadamu bertumpu....
Maka sebagai tiang kau harus kuat tak tergoyahkan...
Sebagai sandaran, kukuhmu adalah karang dilautan....
Tiada rentan diterjang angin dan badai 
 “Tapi aku tak sekuat itu..” katamu
“Aku tak berdaya menghadapi kebrutalan dunia ini”
Zaman semakin menggerusku
Bebannya melumatku hingga luluh!
Aku begitu lemah…Aku tertindas…terainaya!!


Tunggu….wahai perempuan!
Kau lupa…?
Ada Allah dalam hidupmu…
Yang siap menanggung segala keluhmu
Ada Allah dalam harimu…
Sumber kekuatan yang penuh
Ada Allah dalam hatimu…
Jika kau serahkan padaNya segala sesuatu

IA akan menjaganya hingga utuh




Maka, dalam tiap gerimis kesedihan
Hanyutkan dirimu dalam dzikir panjang malammu…
Dalam tiap kerikil tajam dijalanan
Benamkan wajahmu dalam sujud kepasrahan…
Dalam tiap duka yang menyapa
Hanyutkan air matamu dalam sungai kasihNYA…
Dalam tiap nestapa
Larutkan pahit air matamu dalam manis cintaNYA…
Dalam dalam tiap kelabu langitmu
Panggilllah namaNYA…
Allah……
Allah…………
Allah…………….
Dan tunggulah
Hingga DIA merubah mendungmu
Menjadi pelangi di gelap malam

(Kredit: Ustazah Halimah Al-Aydrus)


Nota kaki; Mama sering dialunkan puisi ini kala dinihari dicorong radio IKIM.FM. Pada saat pertama kali mendengar suara lunak pembaca puisi mama terus jatuh cinta. Ya, indah bait-bait kata sulaman penulis untuk menghargai perempuan mengikut caranya. Lama mama mencari bait indah puisi ini...sehinggalah pada suatu ketika Allah membuka jalan untuk mama menukilkannya di sini. #UstazahHalimahAlIydrus, puisi anda sangat indah...saya jatuh cinta!!